Cek-Resi.com Blog Pos Indonesia

Advertisement

Pos Indonesia

Posted on 30th Nov 2019 05:10:40 in Kurir

Anda mau tahu satu ekspedisi kurir yang termasuk ke dalam perusahaan negara? Tak lain adalah PT. Pos Indonesia. Ini adalah satu-satunya perusahaan yang berada di bawah naungan negara, atau disebut pula Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Nama perusahaan secara resmi baru digunakan pada tahun 1995 setelah mengalami beberapa perubahan. 

Awalnya diberi nama PTT (Posts Telegraaf end Telefoon Diensts) pada tahun 1906. Lalu diganti menjadi Djawatan PTT(Pos Telegraph and Telephone) di tahun 1945 setelah kemerdekaan. 

Tak lama setelah itu, nama dari perusahaan ini berubah lagi menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel) tahun 1961. Lalu 4 tahun setelahnya berubah menjadi PN Pos & Giro. Terakhir di tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro. 

Mengapa nama dari perusahaan ini terus berubah? Kita bisa memaklumi hal ini karena dulu memang kondisi negara belum kondusif. Perusahaan ini berdiri dikala Indonesia masih dibentuk. Masih ada gonjang-ganjing pemerintahan hingga ideologi. 

Karena perubahan begitu signifikan, tak heran bila ini berimbas pada perusahaan pengirim surat ini pula. Dan ini bukanlah sesuatu yang aneh karena memang didirikan atas nama negara. Pun sebenarnya ekspedisi ini telah berdiri pada zaman kolonial Belanda. 

Karena berdiri sejak lama, perusahaan ini disebut sebagai salah satu BUMN tertua di Indonesia. Perusahaan naungan negara ini sudah berdiri sejak era perusahaan dagang Hindia Belanda atau VOC. Bahkan dari pihak Belanda pula yang mendirikan perusahaan ini pada tanggal 26 Agustus 1747 di Jakarta. 

Apa tujuan Belanda membuat perusahaan ini? Tak lain untuk memudahkan pengiriman surat dalam kegiatan perdagangan. Zaman dulu, handphone belum eksis. Yang ada hanya telepon yang sejatinya tidak dimiliki oleh orang awam. Maka kegiatan berkabar diutamakan menggunakan surat pribadi. 

Masa Keemasan Pos Indonesia

Tujuan awal dari berdirinya perusahaan ini untuk mempermudah kegiatan berkabar. Khususnya untuk orang di Indonesia. Karena keadaan tidak memungkinkan untuk bertemu, bertukar kabar melalui surat adalah alternatif paling tepat. 

Sedangkan perusahaan yang kini memberikan jasa kurir antar mengantar barang dan surat dulu memberi layanan untuk mengantar surat. Pun persaingan di era itu belum begitu ketat. Maka pada rentang tahun 1970 sampai 1980 merupakan era keemasan dari Pos Indonesia. 

Pada waktu itu, tidak ada hal lebih menggembirakan dibanding menerima surat. Orang amat menikmati ketidakpastian dari sebuah isi surat. Sehingga mereka amat senang dan setia memanfaatkan layanan dari pos. 

Ketika ada kabar bahagia, disampaikan melalui surat. Pun ketika kabar menyedihkan, surat juga menjadi pilihan. Saking populernya berkirim surat, bahkan ada tren sahabat pena. Yakni orang yang lokasinya sama-sama jauh tetapi berkenalan lewat surat. Era ini amat menyenangkan. 

Namun, perkembangan arus teknologi siapa yang bisa menghalangi. Masa keemasan dari perusahaan ini pun mulai menemui titik jenuh. Penemuan telepon genggam dengan fitur telepon dan SMS perlahan mengakhiri masa keemasan berkirim surat.

Orang lebih senang bertukar kabar dengan SMS atau telepon. Kendati lebih mahal, tetapi mendengar langsung suara orang yang letaknya jauh memang dianggap menenangkan. Akibat perubahan gaya hidup yang amat drastis, hal ini pun berimbas pada performa perusahaan ini. 

Masa Penurunan Kinerja Pos Indonesia

Setelah mengalami masa keemasan di periode 70-an sampai 80-an, masa penurunan harus dihadapi pula. Perusahaan kurir ini dipaksa untuk memilih antara mati atau bangkit lagi. Bila tidak bisa menghadapi krisis, selesai sudah bisnis ini. 

Namun, Pos Indonesia menolak untuk mati. Berkat mengambil konsultasi bisnis dari konsultan ternama di dunia, perusahaan ini berhasil mendisrupsi diri sendiri. Perusahaan ini melakukan transformasi bisnis besar-besaran. 

Kebangkitan dimulai dengan menyusun visi misi baru hingga perencanaan jangka panjang untuk membangun kompetensi perusahaan agar lebih adaptif. Penurunan drastis pada tahun 2000-2007 tidak boleh berulang kembali. 

Perencanaan itu barulah membuahkan hasil di tahun 2009. Perubahan baik yang dilakukan secara konsisten itu memberi angin segar setelah dicapai lebih dari 4 triliun di tahun 2013. Pendapatan ini meningkat tiga kali lipat dibanding periode 2006 – 2007. Harapannya, lima tahun mendatang, pendapatan bersih mampu mencapai 11 triliun rupiah. 

Salah Satu Cabang Kantor Pos Indonesia
Salah Satu Cabang Kantor Pos Indonesia

Penurunan dan kebangkitan telah dialami oleh perusahaan ini. Maka dalam jangka panjang, harusnya Pos Indonesia mampu menghadapi perkembangan zaman. Karena sekali mampu keluar dari krisis, pastilah lebih bisa menghadapi persoalan lain. 

Selama masa penurunan ini banyak pula perusahaan yang mengalami hal serupa. Ada yang bertahan dan ada pula yang tenggelam di dalam krisis sehingga menghilang. Nah, karena pengalaman pos dalam menyelesaikan masalah, seharusnya dengan kondisi apapun akan lebih  bisa menghadapi. 

Ekspansi Bisnis

Selepas masa penurunan, banyak perubahan yang dilakukan. Dulu yang semua berfokus pada pengiriman surat pribadi, kini fokus perusahaan tidak lagi pada bidang itu. Visi misi berubah pun dengan strategi bisnis berubah pula. 

Ekspansi bisnis yang dilakukan antara lain: 

Jasa Pembayaran

Perusahaan kurir ini mulai mengoptimalkan kembali jasa pembayaran. Pembayaran jenis apapun dilayani, mulai dari listri, PDAM, BPJS, dan lain-lain. Strategi masih sangat mantap karena kebutuhan masyarakat akan jasa ini masih tergolong tinggi. 

Jasa Pengiriman Paket

Ini adalah strategi bisnis yang tergolong besar transaksinya. Pertumbuhan toko online amat pesat di Indonesia. Tiap orang bahkan sudah pernah membeli secara online. Ini artinya ekspedisi seperti Pos Indonesia amat dibutuhkan. 

Tiap hari selalu ada arus barang. Tiap hari selalu dilakukan pengiriman ke seluruh Indonesia. Pun perusahaan ini memiliki kelebihan karena mampu menjangkau 100 persen wilayah di Indonesia. 

Pengiriman Surat

Jangan salah, ternyata pengiriman surat pun masih bisa berjalan meskipun tidak semasif di era 80-an dulu. Pengiriman surat masih berlaku untuk level perusahaan. Itulah mengapa siapa pun ketika hendak mengirim surat untuk level korporasi, pastilah masih mempertimbangkan perusahaan ini. 

Masih banyak pula beragam produk lain yang terus dijalankan sampai sekarang. Sehingga bisa dikatakan bahwa Pos Indonesia adalah perusahaan cukup kuat yang terus bertumbuh dan akan terus eksis. 

Bila inovasi terus dikembangkan, pastilah perusahaan ini mampu bertahan bahkan untuk puluhan tahun mendatang. Kuncinya inovasi dan memberi pelayanan terbaik. Pun harus mampu pula menanggapi persaingan yang tiada henti. 

Masih Eksis Sampai Sekarang

Jaringan distribusi dari perusahaan kurir ini terbilang paling besar di Indonesia. Karena berada di naungan BUMN, tidak heran bila ekspansi di Indonesia paling besar berada di tangan pos. 

Sejauh ini, sudah ada lebih dari 4.000 kantor yang tersebar di 24.000 titik layanan. Cakupan kota dan kabupaten sudah menjangkau 100 persen. Jadi mau mengirim ke daerah mana pun, Anda tidak perlu khawatir. Pilih Pos Indonesia saja. 

Armada yang mendukung ekspedisi ada 418 unit, dengan 10.523 unit kendaraan truk dan mobil dinas. Intinya, perusahaan ini telah menyerap banyak tenaga kerja. Jadi salut untuk BUMN Indonesia.

Advertisement


Read More

Advertisement

Latest Posting

Advertisement